Berita

Indonesia Butuh 20 Armada Kapal Selam

Siaga skomponen pertahanan

<p><strong>(Jakarta – IKAL):</strong> Sejatinya Indonesia butuh paling sedikit 20 armada kapal selam, yang bergerak mobil untuk melakukan manuver-manuver taktis di Laut Cina Selatan. Semenetara itu 6 kapal selam digelar pada pos komando depan armada di Kepulauan Natuna yang luas lautnya duaratus enampuluh dua 198 kilometer persegi, serta 10 kapal selam sebagai cadangan di wilayah lain di Indonesia.</p><p>Demikian amanat yang disampaikan Ketua Senat Dewan Gurubesar Sekolah Tinggi Hukum Militer Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. AM Hendropriyono ST.SH.MH. Amanat itu disampaikan sewaktu Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. AM Hendropriyono memberi kata sambutan pada acara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer STHM di Balai Sudirman, Jakarta ( 28/11). &nbsp;Acara ini juga dihadiri Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Agus Subiyanto, serta para pejabat sipil dan militer lainnya.</p><p>Selanjutnya Prof. Dr. AM Hendropriyono mengingatkan bahwa potensi Nasional yang merupakan <i>Conditio Sine Qua Non</i> ' untuk dapat digalang menjadi kekuatan nyata. Apa yang dimaksud <i>conditio sine qua non</i> yang secara literal berarti syarat mana tidak melahirkan suatu akibat adalah termasuk menjadi penyebabnya.</p><p>“Dengan demikian potensi Nasional yang merupakan Conditio Sine Qua Non ' untuk dapat digalang menjadi kekuatan nyata yang tepat dan cepat adalah psikologi masyarakat. Hal ini agar dapat bersatu padu di bawah panji-panji nasionalisme Pancasila yang patriotik dan militan,” ujar Prof. Dr. AM Hendropriyono.</p><p>Ditegaskan lagi oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat WANTIMPUS PEPABRI ini bahwa kondisi siaga seluruh komponen sistem pertahanan keamanan rakyat semesta di Natuna, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan seluruh daerah di Indonesia, sudah makin mendesak.</p><p>Selain itu mantan Ketum DPP IKAL ini pun mengingatkan bahwa kemenangan perang dalam persepsi intelijen adalah dominasi dari unsur surprise atau pendadakan. “Di laut berupa kekuatan dan kemampuan armada kapal-kapal selam modern, hal mana bila disandingkan dengan&nbsp; Malaysia yang mempunyai dua armada kapal selam untuk lautnya yang seluas 10 ribu 24 kilometer persegi,” jelasnya.</p><p>Dibandingkan pula dengan Singapura yang memiliki empat armada kapal selam untuk mengamankan lautnya yang hanya tujuh ratus 28 kilometer persegi, sementara Indonesia yang luas lautnya tiga juta duaratus limapuluh ribu kilometer persegi, sedangkan Indonesia ternyata hanya memiliki empat armada kapal selam harus ditambahkan. <strong>(Humas IKAL)</strong></p>


Berita Terkait